Kamis, 23 Desember 2010

Tentang Mereka

telah kujalani setapak demi setapak alur cerita hidup ini.
masih terlalu dini rasanya untuk mengeluh, terlalu ego untuk bertahan, dan terlalu munafik untuk berterus terang.
tapi inilah fakta yang tampak. serasa bergerombol membawa pahatan masalah yang terukir dan terbungkus rapi.
seolah meyakinkan diri untuk tetap optimis. namun di balik itu, masih timbul banyak keraguan.
kadang suatu hal yang meyakinkan tak menjamin segala hal berjalan baik.
sampai ketika mencoba melangkah namun tertahan rasa.
memang apa yang kita rasakan ketika mencoba memahami sesuatu hingga melebur kedalamnya.
ku coba tetap menjalani dan kupasang ribuan topeng hingga tak merubah ekspresi terpurukku.
dan semua sia-sia.
tak banyak orang menuai kisah-kisah dari sekian perjalanan hidupnya. merasa sebagai pahlawan namun tak berkesan apapun.
mengapa harus berbohong demi rasa? hanya karena menjaga hati.
mengapa harus berbuat demi rasa? hanya karena tertuntut keadaan.
seburuk itukah atau memang sengaja membuat tersiksa.
entahlah apa yang terpikir hingga sampai berdiri ketika seseorang tengah duduk meminta.
bukan menginginkan hal lebih namun meyakinkan ketulusan. tapi haruskah seperti itu?
aku bingung akan keraguan. bingung akan kepastian.
jujur saat berbohong.
tersenyum saat menangis.
berdiri saat terpuruk.
dan semua kulakukan tanpa dasar yang jelas.
jika memang ini yang sudah terlanjur terjadi, apa harus berulang hingga tak menentu hari akhirnya.
dan haruskah aku yang merasakannya. atau memang inilah jalan yang ku tempuh.
saat-saat kawanan tersenyum lepas dan jam dinding terus berdetak, aku masih belum mampu untuk memahami fakta.
dan itu sudah jelas terpampang dalam rautan muka yang buram.
pikiran kadang membatasi ruang gerak kita. mengapa aku harus membatasi ruang itu untuk sebuah rasa yang tak pasti?
pastaskah ku terus bertanya pada waktu, sedangkan mereka tak melihat ku sedikitpun.
terlalu naif memang jika kita memohon dan mempertaruhkan harga diri demi sebuah rasa. tak cukupkah hal itu sebagai jaminan.
sebegitu keraskah rasa yang harus kuterima. atau memang aku belum sanggup menahan beban yang terus membelenggu.
bukan rasa yang ku ingin. bukan fakta yang ku harap.
aku hanya berharap tak terjadi. pada diri ini.
terlalu lemah untuk diriku.
awal kadang berbuah manis namun berakhir pahit. saat kali pertama, aku merasa keyakinan menyetubuhi pikiranku.
tapi tak sama halnya setelah beberapa waktu berlalu. mereka menguak kembali kepahitan yang tengah ku pendam sedalam mungkin.
mereka meyakinkan kesimpulan yang selama ini bertengger. dan ini terbukti adanya.
menuntut diri untuk konsisten namun mereka menyalahinya. entahlah, apa yang harus ku perbuat.
batas ini terlanjur tebal ku bangun. hingga rasanya tak bisa untuk membongkarnya.
adakah alat yang mampu membujur dan memberiku jalan keluar. berlari dari keterpurukan.
sadar akan sebuah perjalanan. dan ku tak tahu dimana seharusnya aku berada.

01/12/2010 : 00.01


kini aku sadar akan satu hal penting. masalah mengajarkan kita banyak hal. belajar bagaimana memaknai hidup.
mencoba menerima beban yang menggantung. hingga berlari melepasnya. namun tak semudah itu.
masih banyak waktu kosong yang harus ku isi. ku penuhi makna-makna sebenarnya meski masalah senantiasa mengiringi perjalanan hidup.
sampai ketika merubah diri dan menengok jauh ke belakang, wajahku tak sesuram dulu.
bangkit andy. berdirilah dari keterpurukan. ini hanyalah penghambat kecil dari ribuan masalah lain yang menanti.
itulah jalanmu. masalahlah yang akan mengantarmu sampai ujung kesuksesanmu.
sadarilah . tanpa mereka kau tak akan belajar apapun mengenai hidup. berterima kasihlah pada mereka. berikan yang terbaik untuk sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar