Jumat, 21 Januari 2011

RTJ notez

kurebahkan diri sejenak, dan kumulai memahat.

mengukir berbagai kenangan yg sempat kujalani namun tertahan biasan waktu.

sempat berpikir, akankah saat-saat indah itu akan kembali terjadi.

kutatapkan kedua mata pada ujung-ujung perisai langit dan kuhitung ribuan bintang hingga tak tahu berapa jumlah bintang yg bersinar gemerlap.

nurani pun seraya berkata," sebanyak itulah aku bersyukur telah dipertemukan dengannya".

pertemuan singkat, namun meresap indah di dalam naungan hati.

entah,mengapa saat itu, aku tengah duduk dan harus menatap seseorang berkerudung putih dan tak henti tertegun melihatnya.

suasana hati terasa menemukan celah diantara ribuan kunci yang telah lama menutup pintu hati.

dia yang membuka dengan aura sinarnya.

pertemuan awal dalam ruang yang dipenuhi beberapa orang yang akan mempersiapkan sebuah perjalanan.

pikiranku semakin terusik tatkala dia memperkenalkan diri dan sembari tersenyum. menatapnya dengan sebuah harapan.

mengingat kembali wajahnya dari pantulan sinar-sinar yang sempat mengarah didepan raut paras manisnya.

mencoba kuingat nama namun terkalahkan oleh auranya.

seluruh indera hanya terfokus oleh indera penglihatan saja, seolah keempat indera tak lagi berfungsi saat itu.

entahlah, waktu seolah mempertemukan dan mengarahkannya.


8 desember 2010 : 23.59

Tidak ada komentar:

Posting Komentar