Jumat, 16 September 2011

Tak Ada Kata Sulit

                                            oleh : Andy Ilman Hakim

Tak ada kata sulit, yang ada hanyalah kemudahan. Tak ada kata berhenti, hanya ada sebuah perjalanan panjang, sekarang dan masa depan. Semua apapun dalam hadapan kita hanyalah proses keadaan menuju tujuan yang kita tetapkan sebelumnya. Banyak pijakan-pijakan awal yang kita pikirkan untuk memulai sesuatu hal. Namun tak akan berarti apapun apabila tidak diiringi dengan apa yang dinamakan perenungan yang matang.
“bagai kehendak dalam pelapukan asa, tak akan pernah terarahkan.”
Berawal dari renungan dan berputar pada ingatan tujuan. Awal dimana kita merenung suatu hal, membuat otak memaksa neuron dan dendrit bekerja keras menghubungkan angan-angan perlahan. Dalam sisa waktu, hanya asa itulah yang kita harapkan. Yang nantinya akan menjadi landasan untuk kita berpijak dalam ranah yang lebih terkotakkan.
Barangkali aku mati dalam zaman
Bongkahan cerita dalam bungkusan estetika yang beranak pinak
Namun, ku tinggalkan secercah tulisan untukmu di dunia
Barangkali aku terlelap dalam tidur
Gerai-gerai kehidupan yang melelahkan bertebar berkaitan tak berdaya
Namun, kutinggalkan sebait mimpi untukmu di dunia
Barangkali aku rapuh dalam waktu
Iringan keabadian tergerus melintang diantara pahatan-pahatan memoar
Namun, kutinggalkan sedetak doa untukmu di dunia ;
Dunia tak butuhkan keramaian, ia hanya inginkan keheningan
Dunia tak butuhkan kepenuhan, ia hanya inginkan kehampaan
Antara hening dan hampa
Semua hanya tlah lalu-lalu, dan kini berlalu
Dulu dan kini ternyata berbeda. Apa yang kupikirkan tentang detak jam, semua hanya ilusi yang bertuturan berjalan. Palsu, dan semua hanyalah kepalsuan. Kulihat bendera-bendera bergenderang melambaikan garis-garis perjalanan berjajar. Saat itu, yang terlihat hanyalah reruangan yang penuh akan sehembus udara hampa. Kabut putih perlahan berbisikan mengisi setetes demi setetes bahtera merah. Namun, tak pernah kupalingkan rautan pikir dan wajah yang tertempa keadaan. Masih seperti cerita-cerita lama.
Memori yang kuingat mengenai masa-masa kelamku. Saat-saat kesendirian merenungi nasib yang tak kunjung iba. Harapan kabur dan tak pernah sekalipun terpecahkan. Ya, itulah lalu-lalu. Kini, angin menghembuskannya dalam cerita pahit yang terlelapkan.
Hari ini, bukanlah dahulu. Waktu yang membuat aku tak pernah berhenti berpikir tentangnya. Tentang ia yang datang bergaunkan kasih dengan ketulusan. Meyakinkanku akan keberanian dalam ketakutan. Menyandarkan nurani, untuk seonggok bias yang kini menjadi jelas. Terang, seterang kesederhanaan dan ketulusan.
Malam yang tak biasa, memang tak pernah biasa. Kali ini memang tak seperti adanya, dan kudendangkan syair untuknya. Serasa larut bersenandung bersama Andre Hehanussa dalam lagunya : Karena Ku Tahu Engkau Begitu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar