Hampir setahun
lalu,
Begitu rumah
kurindukan, bermainan di depan jamahan mata.
Dan cukuplah tiga
jam saja untuk mencapainya, rumah tercinta.
Barangkali, berbeda
cerita moment kali ini,
bahkan logika pun enggan menerima.
Saat suatu hal
dirasa asing dan tak ingin dijamah, dan tiba-tiba menjadi sesuatu kesayangan,
tak ingin terlepas.
Sambil mengucap
syukur, ku parkir saja motor kesayangan di atas pijakan teras dan mungkin itu
satu-satunya barang yang setia ada, kala itu.
Langsung saja
bergegas memasuki reruang rumah yang beberapa bulan lamanya ku tinggal.
Tempat peneduh
rasa, dan arena pertarungan diri, apapun itu.
Dan detik-detik di
saat mulai memasuki zona ruang nostalgia, kamar tidur.
Mungkin ini kali
pertama ku dipertemukan.
Sebuah balok
bertautkan besi kecil memanjang, dan ku beradu tatap hewan yang selama ini tak
ku inginkan kehadirannya, apalagi di dekatnya, dahulu.
Namun, mungkin
inilah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ncus, kucing
peliharaan baru yang tiba-tiba saja
berada di dalam kamarku dan entah siapa yang menaruhnya.
Usut-punya usut, ayah
membelinya karena keelokan kucing ini yang tak seperti kucing pada umumnya,
pandangku.
Langsung saja
kuletakkan seluruh barang yang melekati tubuh, dan mendekatinya dengan riang,
sambil memainkan jemari menyusuri lembut bulu mungilnya.
Senyum simpul
tampak di rautan kening, dan kelopak mata hilir mudik memberikan pesan
kegembiraan. Menampakkan bahwa kucing ini sedang senang.
Sambil ku goda
paras manisnya, dan memanjakannya dengan rayuan penuh kasih.
Mulailah itu,
detik-detik cinta pertama, bersama kucing yang ku ikrarkan sebagai hewan yang kusayang, begitu ku sayang.
dan.. Hampir setahun lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar