Malam ini, memang seperti malam-malam lalu.
kali ini otak memang selalu tersetting rapi dengan berbagai analisis-analisis sederhana mengenai dunia keilmuan politik.
Tidak sedang mengerjakan tugas, ataupun project perencanaan.
Hanya memang terbiasa memanjakan penalaran pikir liar yang tiap menjelang tidur malam selalu mengkudeta dengan kemampuan hegemoninya.
Konspirasi Sederhana!
The Recruit, dalam bahasa bangsa tercinta itu termaknai sebagai Perekrut.
Sebuah film sederhana, salah satu yang mewakili keseluruhan film barat, dalam bingkai cerita berserabut dan menyimpan makna tersirat yang sebenarnya.
Sekilas saya berpikir begitu pintarnya pola pikir para creator film barat.
Mengimajinasikan helai-helai neuron berjalan mengikuti alurnya.
Menciptakan sebuah karya yang bagi orang awam akan memuji hasil karyanya.
Mengikuti step by step perjalanan cerita, dan menelan begitu saja kapabilitas para lakon.
Bagiku itu hanya bagian sampul dari pesan yang tersampaikan.
Lebih dalam dari itu, jauh lebih dalam, inilah cara negara penguasa memainkan perannya secara kasat mata.
Menyerang dunia psikis, mencoba membedah naluri pikir, dan mencuci karakter perlahan secara halus dalam alam bawah sadar.
Saya menyebutnya, inilah modus Imperialisme Baru!
Bentuk-bentuk penjajahan karakter, dalam kurun waktu tertentu, dan secara tidak sadar kita berada dalam genggaman mereka.
Sangat halus sekali, terlihat fiktif namun kefiktifan itulah sebuah rekayasa fakta.
Sadarlah, kita tengah diserang di seluruh lini, dan utamanya adalah kudeta karakter.
Konspirasi Sederhana!
Kecintaanku pada Indonesia tak akan sedikitpun pudar, meski sejengkal pikiranku termakan bualan kosong konspirasi, dan sayangnya sudah kuketahui itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar