Pernah terbersit bahwa...
keindahan hidup akan selalu tampak searah dengan keyakinan.
Mengimajinasikan mimpi-mimpi.
Dan asa yang menggantung jauh ke atas.
Melambungkannya bak layang-layang yang menggelora di angkasa.
Menegakkannya dengan fondasi iman, ilmu, dan taqwa.
Mendamba hidup dalam Naungan Illahi.
Menghabiskan waktu adalah suatu hal dasar keseharian.
Memilah-milahnya dan menciptakan cerita-cerita pendek bernuansa makna,
tersirat, tersurat, dan penuh isyarat.
Layaknya bait-bait movie yang berhistorikan islami, dalam cinta dan keyakinan.
Ingin rasa-rasanya bersyukur Nikmat-Nya secara kaffah,
dan meretas kehidupan dengan kenikmatan tanpa batas.
Seperti Dahlan dengan keterbatasan diam-diam mengagumi Aisha.
Ingin rasa-rasanya teguh dalam keteduhan prinsip,
dan keyakinan sekeras karang.
Seperti Azam dengan kesungguhan diam-diam menyayangi Anna Althafunnisa.
Ingin rasa-rasanya mencurahkan rindu kasih dalam implementasi taqwa,
dan iman sebagai dasar kecintaan.
Seperti Hamid dengan penantian diam-diam mencintai Zainab.
Antara mengagumi, menyayangi, dan mencintai.
Itulah fitrah yang harus kujaga dengan mendahulukanNya sebagai dasar kesungguhan.
Allah SWT sebaik-baik penolong dan tempat penuh harap.
Gambaran-gambaran cerita,
kadangkali menginspirasi hati untuk takjub melewati bait demi bait alur yang dikandungnya.
Andaikan saja daku dan dikau yang selalu ku imajinasikan :
Dahlan, yang berhenti sejenak di dalam pelataran.
menanti Aisha menjemur baju-baju di depan teras rumah.
Azam, yang hadir sejenak di ruang sidang seminar.
memandang Anna memandu pesan-pesan narasumber di hadapan audien.
Hamid, yang berjalan sejenak memutar di sekeliling Ka'bah.
mengirimkan doa-doa penuh cinta dan harap teruntuk Zainab di bawah Naungan Illahi.
Begitulah cerita, berjalan dalam pijakan rel kalbu dan beralurkan syahdu,
dengan Ketetapan RencanaNya yang Maha Indah.
Dan aku, kini aku bersyukur karena setiap kali mata terpejam
hingga terbangun membuka mata, bayangmu senantiasa ada.
Ada bersamaku dalam cerita.
Aku, aku hanya ingin mengagumimu, menyayangimu, dan mencintaimu sederhana,
karenaNya, Allah SWT.
Berdzikir, Berpikir, Berkarir.
Iman, Ilmu, Taqwa.
Andy Ilman Hakim
21 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar